Minggu, 21 Juni 2009

Mengolah Produk Organik

Produk Organik
Simpan sayur dan buah dalam kulkas, tetapi jangan sampai layu agar tak merusak kandungan nutrisinya.

Agar Anda benar-benar dapat memperoleh manfaat dari produk organik yang dikonsumsi, perhatikan cara mengolahnya.

1. Untuk pengolahan, sesuaikan dengan kaidah mengolah makanan sehat. Misalnya, konsumsi yang fresh cook. Hindari memasak sayur hingga overcook.
2. Konsumsi jus sebaiknya tak diblender terlalu halus, karena pisau blender menimbulkan panas dan merusak kandungan nutrisi pada buah atau sayur.
3. Untuk makan sehari-hari, usahakan mengonsumsi buah dan sayuran. Jika perlu, harus ada buah atau sayuran yang disantap mentah (raw). Konsumsi buah atau sayuran bervariasi, untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan fito nutrien.
4. Simpan sayur dan buah dalam kulkas, tetapi jangan sampai layu agar tak merusak kandungan nutrisinya. Untuk daging sapi atau ayam, sebaiknya dipotong-potong sesuai porsi makan sehari sebelum dimasukkan ke freezer. Jangan mencairkan dan memasukkan daging berkali-kali ke kulkas, karena dikhawatirkan akan terkontaminasi.

(Laili)

Agar Tumbuhan Bumbu Tahan Lama

bumbu dapurSimpan tumbuhan bumbu dengan benar agar tahan lebih lama untuk penggunaan selanjutnya.

Parsli (peterseli, atau seledri), dill, basil, dan cilantro banyak digunakan sebagai bumbu masak, baik untuk makanan asing maupun makanan lokal. Tumbuh-tumbuhan bumbu ini berbahan dasar air yang rentan, dan akan bekerja lebih baik jika mereka dibekukan dalam campuran yang mengandung lemak, seperti minyak atau mentega.

Anda bisa membuat puree dari tumbuhan bumbu tadi menggunakan food processor atau blender dengan minyak atau mentega secukupnya. Kemudian masukkan ke dalam wadah kedap udara, lalu masukkan ke dalam freezer. Dibuat dalam keadaan seperti ini, tumbuhan bumbu tadi bisa tahan hingga 6 bulan. Namun Anda perlu memperhatikan, ketika akan dibuat puree, tumbuhan bumbu cenderung akan berubah menjadi hitam karena adanya minyak. Masukkan beberapa es batu untuk tetap menjaga campuran tadi tetap berwarna hijau.

Berbeda dengan tumbuhan tadi, bay leaves (daun salam), marjoram, mint, oregano, sage, dan taragon justru membutuhkan sirkulasi udara. Tumbuhan bumbu semacam ini cukup diangin-anginkan di rak kawat. Atau, simpan pada botol kaca berisi air dalam keadaan berdiri pada batangnya. Ini akan tetap menjaga minyak alami tumbuhan bumbu ini kurang lebih hingga 6 minggu.

NAD
Sumber : Real Simple

Daun Kemangi, Si Harum Pereda Stres
Kemangi untuk penambah nikmat rasa makanan, juga berkhasiat redakan stres.

Daun Kemangi Anti stress


Kemangi adalah tumbuhan rempah berbatang pendek. Sering digunakan untuk bumbu masakan. Kemangi tumbuh di berbagai belahan dunia. Di daerah Mediterania (Italia), disebut genovese. Sedangkan di Thailand dan India, disebut holy basil atau tulsi.

Beberapa studi membuktikan daun kemangi dapat meningkatkan produksi hormon adrenalin dan noradrenalin, serta menurunkan kadar serotonin yang memicu stres.

Manfaat lain daun kemangi adalah menurunkan kadar gula darah. ”Biji kemangi (selasih) banyak digunakan sebagai campuran minuman penyegar. Kalau direndam lalu diminum tanpa pemanis, maka bisa menurunkan kadar gula darah. Namun, kandungan minyak atsiri pada daunnya harus diwaspadai karena dapat mengganggu hormon,” saran Dr. (Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA, PhD.

Cara penggunaan: Untuk meredakan stres, nikmati 1-2 cangkir teh daun kemangi. Caranya: 10-15 helai daun kemangi direndam dalam air mendidih selama kurang lenih 5 menit, saring, lalu sajikan. Kalau ingin praktis, kini tersedia teh kemangi di berbagai swalayan organik.

Sumber : prevention

Agar Vitamin pada Brokoli Tidak Hilang

sayur brokoliKetika merebus brokoli dengan air panas, setidaknya brokoli akan kehilangan 34-22 persen vitamin C-nya. Hal ini merupakan hasil dari penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Food Science.

Selama perebusan atau steam, nutrisi yang ada di brokoli bisa melebur bersama cairan yang digunakan, yang pada akhirnya terbuang percuma. Memasaknya menggunakan microwave merupakan cara terbaik untuk menghangatkan sayuran ini. Dengan microwave, brokoli akan menghangatkan diri menggunakan air yang terkandung di dalamnya. Memanaskan brokoli menggunakan microwave diperkirakan bisa menyimpan lebih dari 90 persen nutrisi yang ada di dalamnya.

Sumber : prevention

10 Pantangan Menyajikan Masakan Italia

italian foodGulung spageti dengan garpu seperti ini.

Bagi Anda penyuka aneka sajian Italia, ada baiknya mengetahui 10 pantangan berikut agar sajian tersebut makin terasa lezat dan nikmat!

1. Jangan mematahkan pasta sebelum diolah atau memotong-motongnya saat disantap. Jika belum tahu cara menggulung linguine, spaghetti, atau fettuccine dengan garpu, pesanlah jenis pasta yang mudah dinikmati, seperti penne.

2. Jangan menggunakan minyak dalam air rebusan. Minyak akan menyelimuti pasta dan menyulitkan saus meresap ke dalamnya. Pasta sengaja diproduksi dalam bentuk-bentuk khusus agar saus yang sesuai untuk masing-masing bentuk melekat ke pasta dengan cara khusus pula. Itulah mengapa tersedia aneka saus untuk setiap bentuk pasta yang berbeda dengan tekstur yang berbeda pula. Minyak hanya boleh ditambahkan ke atas pasta yang sudah matang, bila itu bagian dari sausnya. Namun, teruslah mengaduknya sampai pasta benar-benar siap disajikan.

3. Untuk alasan apa pun, jangan menggunakan bawang putih yang dimemarkan. Bawang putih yang dimemarkan akan merusak citarasa khasnya, dan membuat sarinya terbuang percuma. Sari bawang putih pun jangan dicampurkan ke dalam saus. Bawang putih harus ditangani menggunakan pisau, apakah diiris tipis, dipotong dadu, dihaluskan, atau kombinasi ketiganya. Bila sudah telanjur mememarkan bawang putih, manfaatkan saja untuk hidangan lain yang bukan pasta.

4. Jangan menggunakan minyak zaitun supermurni untuk memasak pasta. Citarasanya yang terlalu berat, lebih cocok untuk salad. Cukup gunakan minyak zaitun biasa, bukan yang virgin atau malah extravirgin. Filippo Berio merupakan minyak zaitun terbaik, sementara Bertolli merupakan pilihan yang cukup baik.

5. Janganmenggunakan oregano dalam sembarang sajian, kecuali dalam resep jelas-jelas disebutkan penggunaan oregano. Bila menggunakan oregano, pastikan yang masih segar. Menu dengan oregano biasanya mudah ditandai dengan sebutan khusus “oreganata”, misalnya oreganata udang, oreganata kerang, dan lainnya. Dan jangan gunakan oregano dalam saus. Memang, seringkali tampak oregano kering dalam saus pizza. Namun, orang Italia tak menggunakan oregano dalam masakan mereka.

6. Tumislah bawang putih sebentar sampai berwarna kuning, bukan kecoklatan. Lakukan hal serupa pada bawang bombai. Bawang putih yang kecoelatan akan kehilangan rasa asam yang terkandung di dalamnya, dan menghancurkan citarasa hidangan. Bawang putih memiliki aroma alami yang akan keluar hanya dengan menumisnya sebentar.

7. Jangan menggunakan daun seledri keriting. Gunakan daun seledri khas Italia berdaun datar. Daun seledri berdaun rata ini begitu lembut, tak memiliki rasa maupun aroma. Jangan pula menggunakan cilantro untuk menggantikan seledri berdaun datar bila tak mau masakan Italia jadi bercitarasa ajaib.

8. Jangan memasak daun seledri! Untuk menghadirkan kesegaran alami, daun seledri baru bisa ditambahkan ke atas sajian saat betul-betul akan dihidangkan. Dan gunakan selalu daun seledri yang masih segar.

9. Jangan mencampur bawang putih dan bawang bombai dalam hidangan yang sama. Citarasa masing-masing akan saling mengacaukan. Jika menginginkan citarasa keduanya, lebih baik gunakan bawang merah kecil.

10. Jangan menggunakan keju di atas sajian seafood, atau keju parmesan di atas linguine dengan saus remis atau linguine udang. Di Italia, Anda harus meminta secara khusus bila menginginkan keju.

(Paskaria)

Pengganti Mentega

Membuat mentegaKOMPAS.com — Untuk membuat makanan yang dipanggang, mentega adalah bahan yang paling banyak digunakan. Sayangnya, mentega memiliki kandungan lemak jenuh dan kalori yang cukup tinggi. Untuk membuat kue kering, kue basah, dan muffin, coba ganti mentega dengan puree buah-buahan. Kurangi setengah kebutuhan mentega dari yang tertulis di resep atau dari yang biasa Anda gunakan, atau ganti dengan saus apel atau buah prune yang dibuat jadi bubur (puree) untuk membuat resep Anda berbeda. Atau sekalian ganti mentega tersebut dengan minyak kanola (canola oil).

Ganti mentega yang tinggi lemak dengan minyak kanola.

Sumber : aol

Olah Kentang Bersama Kulitnya

KOMPAS.com - Sajian makanan yang melibatkan sayur ternyata belum tentu sehat. Contohnya, mashed potato. Makanan yang diolah dengan mentega, susu murni, garam, telur, dan krim ini memang terhitung segar, tapi berkadar lemak jenuh dan berkolesterol tinggi. Belum lagi, menurut Dr. Johanes C. Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinik, kadar sodiumnya juga tinggi sehingga bisa meningkatkan risiko penyakit darah tinggi.

Pilihan yang lebih baik: semangkuk salad sehat dari salad bar yang ada di restoran. Santaplah berbagai sayur dan kacang-kacangan rendah kalori. Caesar salad, misalnya, hanya mengandung 180 kalori dengan kandungan garam kurang dari 0,1 persen per sajian. Asian salad mengandung kurang lebih 150 kalori. Lupakan saus krim. Kalau ingin makan kentang, pilih yang diolah bersama kulitnya. "Kentang yang dimasak berikut kulitnya kaya akan kalium, vitamin C, dan serat yang baik untuk mencegah sembelit," ujar Dr. Johanes.

Lapisan kulit kentang paling luar tak mengandung nutrisi apa pun, jadi bisa dihilangkan dengan cara menggosoknya perlahan-lahan. Tetapi, jangan kupas lapisan berikutnya karena kaya nutrisi.

Sumber : Prevention Indonesia